(Mini Stories) Study Hard!
Pada suatu hari, ada seorang anak bernama Rana. Dia adalah siswa di suatu Sekolah Menengah Atas yang tidak jauh dari daerah tempat tinggalnya. Rana termasuk seorang siswa yang mempunyai mimpi yang tinggi. Dia sangat ingin menjadi seorang dokter kelak saat dewasa. Tapi, perjuangannya tidak semudah itu.
Rana yang mempunyai mimpi yang tinggi itu ternyata anaknya agak malas untuk belajar. Dia lebih sering melakukan hobinya yaitu berolahraga daripada belajar. Hal itu menghambat mimpinya yang sangat tinggi itu.
Di sisi lain, orang tuanya termasuk orang yang kaya. Dia sekarang kelas 2 SMA dengan cara naik kelas yang tidak disangka-sangka, yaitu dia menyogok gurunya untuk menaikkan kelasnya karena dia malas belajar dan mendapatkan nilai yang jelek sehingga tidak naik kelas. Sungguh cara yang sangat tidak baik sebenarnya untuk seorang siswa yang masih dalam masa pembelajaran, seharusnya dia berusaha dengan usahanya sendiri.
Di kelas 2 SMA, dia mulai memikirkan akan hal itu, karena di samping mimpinya yang tinggi itu, dia juga sangat ingin melakukan semua hal sesukanya. Tapi kalau seperti itu terus menerus, dia akan tidak naik kelas lagi untuk kedua kalinya. Jadi, dia terus memikirkan bagaimana caranya untuk naik ke kelas 3 nantinya.
Tak kurang akal, daripada menyogok gurunya dengan biaya yang mahal, dia minta saja kepada orang tuanya untuk membelikan dia kunci jawaban untuk ujiannya nanti. Selain lebih murah daripada menyogok gurunya, cara itu jelas membuat nilainya menjadi sangat bagus nantinya.
Hari ujian tiba, dan dia memakai semua kunci jawaban yang telah dibelinya. Tetapi, dia sering sekali ketahuan saat menggunakan kunci jawaban. Setelah semua ujian selesai, dia dipanggil ke ruang kepala sekolah untuk menghadap. Ternyata, dia diancam tidak naik kelas karena dia sering berlaku curang di ujian.
Ya pada akhirnya orang tuanya menyogok lagi si kepala sekolah itu agar membebaskan anaknya dari ancaman tidak naik kelas. Dan ya sama seperti tahun lalu, caranya berhasil. Namun, perbedaannya adalah orang tuanya mulai kali ini tidak akan membantu anak mereka lagi karena keuangan keluarga mereka sudah menipis hanya untuk membantu si Rana ini naik kelas.
Mau tidak mau, Rana harus belajar di kelas 3 ini jika dia ingin lulus dan menggapai mimpinya. Dia mulai mengurangi hobi olahraganya dan lebih memfokuskan untuk belajar. Dia setiap hari belajar dengan serius, karena dia tahu kalau dia tidak lulus, betapa malunya dia di depan teman-temannya. Akhirnya, dia belajar dan belajar terus hingga hari Ujian Nasional pun tiba.
Tak disangka-sangka, setelah nilainya keluar, nilai Rana sangat memuaskan. Dia mendapat nilai rata-rata 90 dan bisa untuk mengambil jurusan kedokteran untuk kuliahnya. Dia sangat senang saat itu, bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberi kemudahan untuknya setelah dia memutuskan untuk fokus belajar.
Dan dia menyadari, bahwa semudah itu untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, cukup belajar dengan giat dan berdoa maka harapannya ternyata bisa dicapai tanpa bantuan orang lain. Begitulah kisah Rana, seorang siswa yang awalnya malas belajar menjadi anak yang sangat giat sekarang.
Semoga kalian menyukai mini stories buatan saya :)
Rana yang mempunyai mimpi yang tinggi itu ternyata anaknya agak malas untuk belajar. Dia lebih sering melakukan hobinya yaitu berolahraga daripada belajar. Hal itu menghambat mimpinya yang sangat tinggi itu.
Di sisi lain, orang tuanya termasuk orang yang kaya. Dia sekarang kelas 2 SMA dengan cara naik kelas yang tidak disangka-sangka, yaitu dia menyogok gurunya untuk menaikkan kelasnya karena dia malas belajar dan mendapatkan nilai yang jelek sehingga tidak naik kelas. Sungguh cara yang sangat tidak baik sebenarnya untuk seorang siswa yang masih dalam masa pembelajaran, seharusnya dia berusaha dengan usahanya sendiri.
Di kelas 2 SMA, dia mulai memikirkan akan hal itu, karena di samping mimpinya yang tinggi itu, dia juga sangat ingin melakukan semua hal sesukanya. Tapi kalau seperti itu terus menerus, dia akan tidak naik kelas lagi untuk kedua kalinya. Jadi, dia terus memikirkan bagaimana caranya untuk naik ke kelas 3 nantinya.
Tak kurang akal, daripada menyogok gurunya dengan biaya yang mahal, dia minta saja kepada orang tuanya untuk membelikan dia kunci jawaban untuk ujiannya nanti. Selain lebih murah daripada menyogok gurunya, cara itu jelas membuat nilainya menjadi sangat bagus nantinya.
Hari ujian tiba, dan dia memakai semua kunci jawaban yang telah dibelinya. Tetapi, dia sering sekali ketahuan saat menggunakan kunci jawaban. Setelah semua ujian selesai, dia dipanggil ke ruang kepala sekolah untuk menghadap. Ternyata, dia diancam tidak naik kelas karena dia sering berlaku curang di ujian.
Ya pada akhirnya orang tuanya menyogok lagi si kepala sekolah itu agar membebaskan anaknya dari ancaman tidak naik kelas. Dan ya sama seperti tahun lalu, caranya berhasil. Namun, perbedaannya adalah orang tuanya mulai kali ini tidak akan membantu anak mereka lagi karena keuangan keluarga mereka sudah menipis hanya untuk membantu si Rana ini naik kelas.
Mau tidak mau, Rana harus belajar di kelas 3 ini jika dia ingin lulus dan menggapai mimpinya. Dia mulai mengurangi hobi olahraganya dan lebih memfokuskan untuk belajar. Dia setiap hari belajar dengan serius, karena dia tahu kalau dia tidak lulus, betapa malunya dia di depan teman-temannya. Akhirnya, dia belajar dan belajar terus hingga hari Ujian Nasional pun tiba.
Tak disangka-sangka, setelah nilainya keluar, nilai Rana sangat memuaskan. Dia mendapat nilai rata-rata 90 dan bisa untuk mengambil jurusan kedokteran untuk kuliahnya. Dia sangat senang saat itu, bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberi kemudahan untuknya setelah dia memutuskan untuk fokus belajar.
Dan dia menyadari, bahwa semudah itu untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, cukup belajar dengan giat dan berdoa maka harapannya ternyata bisa dicapai tanpa bantuan orang lain. Begitulah kisah Rana, seorang siswa yang awalnya malas belajar menjadi anak yang sangat giat sekarang.
Semoga kalian menyukai mini stories buatan saya :)
Komentar
Posting Komentar